Saya banyak sekali teman yang mempunyai bisnis berbasis MLM lebih dari satu, jika jumlahnya 2 masih cukup wajar, tapi jika sudah lebih dari dua atau bahkan hampir setiap bulan nambah bisnis baru maka cara yang dilakukan tersebut akan sangat beresiko. Berbisnis MLM atau network marketing diperlukan loyalitas dalam periode waktu tertentu, hal tersebut untuk menjaga hubungan antara upline dengan downline. Hubungan tersebut jika bisa dibangun terus dari waktu ke waktu maka lama kelamaan kinerja team akan sangat padu dan synergi, karena akan terbentuk visi dan misi yang sama
Untuk fokus diperlukan kekuatan untuk tetap bertahan, tetap mensupport jaringan. Coba anda bayangkan jika anda mempunyai upline ternyata sudah menjalankan bisnis lain? bagaimana perasaan anda? tentu kecewa.... dan ingin keluar dari posisi anda saat ini. Walau secara perjanjian tidak ada keharusan bahwa upline kita tidak boleh menjalankan bisnis lain.
Bisnis baru belum tentu bagus, jangan mudah tergiur dengan jargon-jargon yang sangat mudah, income berlimpah, jadi leader, jadi yang pertama, dll
Ingat, menjadi leader tidak harus yang pertama. Jika anda jadi yang pertama tapi terus menerus keluar masuk berbagai bisnis berarti anda bukan leader. Istilah leader yang tepat justru terletak pada jiwa dan komitmennya terhadap bisnis dan jaringannya bukan pada posisinya.
Banyak sekali pebisnis online jatuh karena tidak fokus, mengerjakan setengah-setengah dan keluar, cari bisnis baru lagi, dan begitu seterusnya, yang pada akhirnya akan berputar-putar dalam posisi tersebut yakni posisi awal atau step pertama orang menjalankan bisnis. Pada posisi tersebut biasanya orang banyak menghabiskan waktu dan uang.
Jika anda ingin sukses, persempit/perpendek step tersebut, segera cari bisnis yang pas buat anda, segera temukan dan jalankan dengan serius. Menjalankan bisnis dengan serius tidak harus dengan waktu yang lama, cukup dengan 1-2 jam saja minimal 2 hari sekali, dan terus kerjakan disela sela waktu luang anda. Langkah berikutnya adalahBertahan, tapi bukan bertahan dengan duduk diam, melainkan bertahan dengan terus belajar, terus mencari terobosan, dan terus meningkatkan kemampuan sesuai dengan karakter bisnis yang anda jalani.
Langkah berikutnya yakni Penuhi Target, dalam bisnis apapun tentu ada target pencapaian, misal 1 bulan rekrut 1 orang atau 1 bulan jual 1 barang, disesuaikan dengan kemampuan dan waktu anda
Langah terakhir yakni Melakukan Evaluasi, anda harus evaluasi setiap langkah yang telah anda lakukan, perbaiki dan terus perbaiki caranya bisa beraneka ragam, dari membaca buku, ebook, konsultasi dengan upline, aktif di mailist/forum, dll
Sekali lagi kunci sukses anda yang pertama adalah FOKUS, FOKUS, FOKUS, FOKUS, dan FOKUS
Selamat Mencoba
Jumat, 22 Juli 2011
LANGKAH AWAL MENUJU SUKSES
Kata sukses bagi setiap orang mengandung arti yang berbeda-beda. Ada yang mendefinisikan sukses apabila ia berhasil bebas secara finansial. Ada juga yang mendefinisikan sukses jikalau ia berhasil menjadi pimpinan sebuah
perusahaan. Ada pula yang mendefinisikan sukses jikalau ia memiliki keluarga bahagia.
Lalu, apakah definisi Sukses itu sendiri bagi Anda?
Sebelum Anda bisa mencapai kesuksesan Anda secara pribadi, Anda harus terlebih dahulu tahu apakah itu kesuksesan bagi diri Anda...
Apakah impian Anda yang ingin Anda wujudkan? Apakah target terdekat Anda? Apakah target jangka panjang Anda?
Saya ingin Anda untuk merenungkan diri Anda sejenak dan memikirkan apa yang ingin Anda capai dalam hidup Anda.
Percayalah, Anda sedikitnya berhutang terhadap diri Anda sendiri untuk melakukan hal ini... Apa saja yang ingin
Anda dapatkan untuk mendapatkan kesuksesan?
Seperti sebuah permainan memanah, Anda dapat memanah kemana saja.. namun Anda baru mendapatkan poin penuh ketika Anda berhasil memanah tepat di tengah lingkaran target.
Jikalau Anda belum pernah mendefinisikan 'target' tersebut, kemanakah selama ini Anda melangkah? Apakah Anda menembakkan panah ke arah yang tidak jelas selama ini?
Oleh karena itu, buatlah list impian Anda terlebih dahulu, rasakan kebahagiaan Anda ketika Anda berhasil mencapai impian tersebut... Ketika target tersebut sudah ada, Anda baru bisa memfokuskan energi Anda ke arah yang jelas.
Namun... apapun impian Anda dan target Anda untuk menuju kesuksesan, langkah yang satu dibawah ini tidak dapat Anda lewati... yaitu
"Berani Menjadi Sukses"
Itulah langkah awal Anda untuk menjadi sukses.. Banyak sekali orang-orang yang ingin sukses terbentur pada mindset yang ada di dalam dirinya.. Anehnya, mereka TAKUT sekali untuk menjadi sukses.
Takut bukanlah hal yang buruk, namun jikalau rasa takut itu Anda biarkan untuk mengkonsumsi hidup Anda, maka Anda tidak akan hidup dengan bahagia.. Anda tidak akan dapat meraih segala impian Anda.
Maka, langkah pertama Anda adalah :
Patahkan ketakutan Anda untuk menjadi sukses... Berdiri tegak dan katakan kepada diri Anda sendiri,"Saya berhak untuk menjadi sukses!"
Setiap kali Anda takut untuk melangkah.. Ingat kembali akan komitmen Anda untuk menjadi sukses dan jadilah berani.
Lalu, bagaimana langkah selanjutnya?
Selanjutnya, Anda harus memiliki informasi yang terbaik untuk menjadi sukses.
Anda harus belajar bagaimana caranya..
Seperti Anda mungkin sering mendengar orang berkata.. Practice makes perfect (Banyak berlatih membuat sempurna).
TETAPI
Wrong Practice makes wrong perfect (Banyak kesalahan berlatih juga membuat banyak kesalahan yang sempurna).
Dengan tidak memiliki informasi yang tepat untuk menjadi sukses.. Anda akan menjadi orang yang banyak melakukan kesalahan secara sempurna.
Dalam keadaan itu, Anda akan merasa sukses itu sangat sulit untuk diraih... Padahal, jikalau saja Anda tahu informasi yang tepat.. Sukses itu adalah hal yang mudah untuk diraih!
perusahaan. Ada pula yang mendefinisikan sukses jikalau ia memiliki keluarga bahagia.
Lalu, apakah definisi Sukses itu sendiri bagi Anda?
Sebelum Anda bisa mencapai kesuksesan Anda secara pribadi, Anda harus terlebih dahulu tahu apakah itu kesuksesan bagi diri Anda...
Apakah impian Anda yang ingin Anda wujudkan? Apakah target terdekat Anda? Apakah target jangka panjang Anda?
Saya ingin Anda untuk merenungkan diri Anda sejenak dan memikirkan apa yang ingin Anda capai dalam hidup Anda.
Percayalah, Anda sedikitnya berhutang terhadap diri Anda sendiri untuk melakukan hal ini... Apa saja yang ingin
Anda dapatkan untuk mendapatkan kesuksesan?
Seperti sebuah permainan memanah, Anda dapat memanah kemana saja.. namun Anda baru mendapatkan poin penuh ketika Anda berhasil memanah tepat di tengah lingkaran target.
Jikalau Anda belum pernah mendefinisikan 'target' tersebut, kemanakah selama ini Anda melangkah? Apakah Anda menembakkan panah ke arah yang tidak jelas selama ini?
Oleh karena itu, buatlah list impian Anda terlebih dahulu, rasakan kebahagiaan Anda ketika Anda berhasil mencapai impian tersebut... Ketika target tersebut sudah ada, Anda baru bisa memfokuskan energi Anda ke arah yang jelas.
Namun... apapun impian Anda dan target Anda untuk menuju kesuksesan, langkah yang satu dibawah ini tidak dapat Anda lewati... yaitu
"Berani Menjadi Sukses"
Itulah langkah awal Anda untuk menjadi sukses.. Banyak sekali orang-orang yang ingin sukses terbentur pada mindset yang ada di dalam dirinya.. Anehnya, mereka TAKUT sekali untuk menjadi sukses.
Takut bukanlah hal yang buruk, namun jikalau rasa takut itu Anda biarkan untuk mengkonsumsi hidup Anda, maka Anda tidak akan hidup dengan bahagia.. Anda tidak akan dapat meraih segala impian Anda.
Maka, langkah pertama Anda adalah :
Patahkan ketakutan Anda untuk menjadi sukses... Berdiri tegak dan katakan kepada diri Anda sendiri,"Saya berhak untuk menjadi sukses!"
Setiap kali Anda takut untuk melangkah.. Ingat kembali akan komitmen Anda untuk menjadi sukses dan jadilah berani.
Lalu, bagaimana langkah selanjutnya?
Selanjutnya, Anda harus memiliki informasi yang terbaik untuk menjadi sukses.
Anda harus belajar bagaimana caranya..
Seperti Anda mungkin sering mendengar orang berkata.. Practice makes perfect (Banyak berlatih membuat sempurna).
TETAPI
Wrong Practice makes wrong perfect (Banyak kesalahan berlatih juga membuat banyak kesalahan yang sempurna).
Dengan tidak memiliki informasi yang tepat untuk menjadi sukses.. Anda akan menjadi orang yang banyak melakukan kesalahan secara sempurna.
Dalam keadaan itu, Anda akan merasa sukses itu sangat sulit untuk diraih... Padahal, jikalau saja Anda tahu informasi yang tepat.. Sukses itu adalah hal yang mudah untuk diraih!
KESALAHAN-KESALAHAN MEMULAI KARIR DI NETWORK MARKETING
Anda pasti sering mendengar betapa banyak kisah sukses di dunia MLM, dimana
seorang yang asalnya betul-betul bangkrut kemudian dalam waktu yang sangat
singkat dalam hitungan bulan tiba-tiba menjadi 'super star' dan menghasilkan
sebuah kisah sukses dengan penghasilan hingga puluhan atau bahkan ratusan juta perbulan! Kemudian Anda didepan cermin melihat 'seorang' yang sudah tahunan menggeluti bisnis MLM dan status keuangan 'orang tersebut' tidak lebih baik dari sewaktu pertama memulainya. Ya, orang tersebut adalah Anda sendiri.
Kini Anda bertanya-tanya, apakah Anda bisa mempercayai kisah-kisah sukses yang dulu membuat Anda tertarik dengan bisnis ini.
Kenyataannya adalah sederhana: kisah-kisah sukses tersebut bukan sekedar Legenda atau khayalan. Apabila Anda belum mencapainya hampir dapat dipastikan Anda telah melakukan 1 atau semuanya "7 Kesalahan Terbesar di Awal Karir MLM Anda."
OK, kini saatnya Anda instropeksi dan mengoreksi kesalahan-kesalahan tersebut:
1.Anda Menganggap MLM Sebagai Bisnis yang Tidak Perlu Kerja Keras.
Apakah MLM sebuah bisnis yang konsepnya sangat sederhana? Ya. Apakah cukup bekerja seadanya untuk mencapai sukses di dunia MLM? tidak, tidak dan tidak! Sebagian besar pelaku MLM beranggapan bahwa mereka dapat bergabung dengan bisnis MLM dan beberapa bulan kemudian mereka telah mendapatkan bonus puluhan juta perbulan tanpa bekerja keras. Hal tersebut sama sekali tidak benar. Para distributor sukses MLM yang telah menikmati bonus bulanan hingga ratusan juta akan mengatakan: Anda harus bekerja keras dan cerdas dengan system yang ada dan penghasilan Anda bisa mencapai puluhan bahkan ratusan kali.
Seorang teman yang kini bonusnya sudah mencapai ratusan juta perbulan
mengatakan: "Saya mengerjakan bisnis ini bukan hanya dengan keringat, tapi juga darah dan air-mata?" Katanya menggambarkan penderitaan yang bertubi-tubi diawal karir MLM-nya. "Sukses saya memang adalah suatu berkah, tapi bukan sama sekali bukanlah suatu kebetulan. Saya merencanakannya dari dulu dan mengerjakan apapun untuk mencapainya"
Jadi Anda harus menyadari bahwa bisnis MLM adalah suatu bisnis yang harus Anda kerjakan dengan penuh komitmen. Bedanya dengan pekerjaan konvensional adalah Anda kini yang menentukan sendiri seberapa tinggi Anda ingin sukses dan Anda tidak perlu repot memulainya, sebab perusahaan MLM sudah menyediakan semua system: manajemen, produk, system bonus, dan training.
Kerja keraslah yang menjamin Anda sukses. Saya yakin Tuhan setuju dengan pendapat saya.
2.Anda Tidak Memiliki Target yang Jelas!
Kenapa Anda bergabung dengan perusahaan MLM? Apa yang Anda inginkan? Berapa bonus yang Anda ingin hasilkan?
Jawaban UMUM dari 3 pertanyaan diatas umumnya adalah:
- Ingin dapat uang
- Bonus yang besar
- Sebanyak-banyaknya.
Dengan pengertian dan jawaban seperti itu, berapa kira-kira bonus yang akan Anda hasilkan? Tidak banyak. Ingat, MLM adalah suatu bisnis dan Anda harus mempunyai target yang jelas untuk sukses dalam suatu bisnis. Cukup masuk akal bukan? Anda harus tahu berapa bonus yang ingin Anda dapatkan 6 bulan, 1-2 tahun yang akan datang dst. Apa yang Anda lakukan dengan bonus-bonus tersebut: membeli BMW 325i baru warnah merah? Mengajak keluarga berwisata? Lalu kenapa 95% orang tidak memiliki target yang jelas? Karena umumnya orang takut untuk membuat suatu target. "Bagaimana kalau tidak tercapai?" Begitu umumnya pikiran 95% orang. Itu sebabnya 95% orang tersebut tidak puas dengan hidup mereka 95% orang tidak merasa mereka telah mencapai sesuatu yang dapat mereka banggakan. Sekarang mari kita analisa: seandainya Anda mencanangkan suatu target dan memang tidak tercapai, apakah kesehatan Anda terganggu? Apakah orang-orang yang Anda cintai tiba-tiba meninggalkan Anda?
Herman, seorang distributor MLM yang bekerja sebagai pegawai lapangan disebuah perusahaan mainan mengatakan kepada semua temannya bahwa 3 bulan kemudian dia akan dapat membeli sebuah sedan baru. Bahkan dia memberikan deskripsi yang jelas tentang warna, jenisnya dan harganya. Teman-teman mereka tertawa sewaktu mendengarkan 'komitmen' tersebut. Dan mereka tertawa lebih terbahak-bahak sewaktu akhirnya Sonny barusan mendapatkan 'komitmennya' 3 bulan lewat 10 hari. "Ha..ha..ha..kamu terlambat kan mendapatkan mobil ini?" olok mereka. Dengan tersenyum, Sonny menjawab: "Memang saya terlambat hampir 10 hari dari target saya, tapi paling tidak sekarang saya punya mobil baru. Jauh lebih baik dari 3 bulan yang lalu saya harus naik bis ke tempat kerja. Bagaimana dengan kalian sendiri? Kalian memang tidak terlambat mencapai target apapun karena anda TIDAK memiliki target apapun?. Sampaikan salam saya untuk kondektur bis yang biasa kita jumpai setiap pagi."
Kami yakin Anda pun akan mengatakan dan merasakan suatu kebanggaan apabila Anda adalah Herman.
Kunci dari suatu keberhasilan adalah Anda harus memiliki suatu target yang jelas apa yang Anda inginkan dari bisnis MLM Anda. Brian Tracy seorang konsultan pengembangan SDM terkemuka di dunia dalam bukunya "21 rahasia untuk menjadi Multi Milyader" mengatakan: "Rahasia pertama untuk menjadi multi-milyader adalah BERMIMPI IMPIAN YANG BESAR (dream big dreams)."
Koreksi: Bertanyalah kepada diri Anda: berapa bonus atau apa yang harus Anda
miliki untuk sekarang menjadi 'happy'? Dengan kata lain, begitu Anda memulai
bisnis MLM, Anda harus segera memikirkan apa yang ingin Anda hasilkan dari
bisnis Anda: keliling dunia? Beli mobil dan rumah mewah?
3.Anda Tidak Memiliki Dana Operasional yang Memadai
Meski bisnis Triple-s hanya alih belanja namun sangat disarankan agar Anda punya lebih sedikit uang lagi untuk membeli buku motivasi, formulir, bikin brosur, hadiri pertemuan dll.
Apakah berarti bisnis MLM adalah bisnis yang mahal untuk memulainya? Tentu saja tidak. Coba bandingkan dengan bisnis lainnya. Untuk memulai berjualan bakso saja, misalnya, Anda pasti butuh sekitar Rp. 5.000.000,- untuk membeli gerobak dorong, bahan pokok, dll. Dan berapa lama kira-kira Anda bisa mengembalikan modal tersebut?
Koreksi: Anda sebaiknya memulai bisnis MLM tidak dengan modal kosong. Paling
tidak Anda harus memiliki penghasilan tetap untuk menghidupi kebutuhan minimal Anda sehari-hari entah dengan bekerja atau ambil untung dari berjualan produk Triple-s. Jangan sampai Anda menghabiskan tabungan Anda untuk
mengerjakan bisnis MLM yang mungkin baru membuahkan suatu penghasilan 1 tahun berikutnya.
4.Anda Tidak Mempunyai Mentor yang Patut Ditiru
Walaupun banyak cara untuk mencapai sukses, tapi alangkah bagusnya apabila ada yang mengajarkannya kepada Anda sehingga Anda tidak perlu susah-susah untuk menemukannya sendiri. Seorang pakar pengembangan kepribadian ternama didunia Anthony Robbins mengatakan: "Buat apa susah-susah mencari jalan, karena sudah banyak orang lain yang melakukannya. Anda tinggal melakukan hal yang sama mereka lakukan, maka Anda akan mendapatkan hasil yang sama pula."
Koreksi: Carilah di jajaran upline Anda siapa saja yang telah mencapai tingkat
kesuksesan seperti yang Anda inginkan. Kemudian tanyalah bagaimana 'resep' dan strategi mereka hingga mencapai sukses.
5.Anda Terjebak Dalam "Management Trap"
Sebetulnya ada 2 macam "management trap" yang bisa menjadi penghambat utama bisnis MLM Anda. Untungnya, solusi dari masalah tersebut semuanya tergantung pada Anda sendiri. Pertama, Anda mengalami betapa sulit mensponsori seorang distributor ke Bisnis MLM Anda. Itu sebabnya begitu mendapatkan beberapa distributor, Anda sedemikian kuatir kehilangan mereka. Segala cara apapun Anda lakukan untuk 'memberikan servis' agar mereka tidak kecewa dan berhenti mengerjakan bisnis MLM Anda, mulai dari memberikan biaya operasional, downline, dll. Kita sering terpaku dengan kebiasaan mensponsori distributor baru dan memberikannya kepada
distributor yang 'malas, diorganisasi kita dengan harapan mereka akan
'termotivasi' untuk menjadi aktif. Berapa kali atau berapa persentase
keberhasilannya? Paling banyak 1 atau 2 %.
Motivasi adalah suatu sifat dari dalam diri kita sendiri, bukan dari luar.
Sering seorang Distributor memohon 'beri saya downline dong, biar semangat.'
Seharusnya distributor tersebut memberikan ijazah dulu kepada anaknya biar giat sekolah? Atau, sering kita mendengar distributor merengek 'upline harus bantuin downline dong, biar termotivasi untuk bekerja.' Ingat, tugas upline atau sponsor memang membantu, tapi hanya dalam hal support atau training dan bukan memberi downline, brosur uang pendaftaran, dll.
Seorang distributor sukses mempunyai kepribadian seorang leader dari awal, bukan setelah mendapat kucuran downline dari uplinenya. Bahkan semua distributor sukses dengan bonus ratusan juta per bulan memiliki suatu kesamaan: mereka menghormati jajaran sponsor dan upline mereka, tapi mereka tidak menggantungkan bisnis mereka kepada para sponsor tersebut. "Saya lebih berkonsentrasi membina organisasi saya, sebab dari merekalah saya dapat mencapai impian saya." Ungkap Debra seorang ibu rumah tangga dengan bonus lebih dari Rp. 1 Milyar per bulan.
"Saya jarang ngobrol dengan upline, sebab sibuk dengan downline saya. Namun saya yakin upline saya tidak keberatan." Siapa yang keberatan punya downline dengan bonus bulanan Rp. 1 Milyar????
Seharusnya Anda justru banyak melakukan seleksi untuk memilih dengan siapa Anda sebaiknya melakukan investasi waktu dan pembinaan. Ada pepatah klasik di MLM yang mengatakan: "Jangan mengirim anak ayam ke sekolah rajawali." Artinya semua orang memang mengatakan ingin sukses, kaya, dsb., tapi hanya sebagian kecil yang betul-betul mau bekerja sesuai dengan komitmennya.
Sebagian besar dari organisasi Anda akan terdiri dari konsumen partimer MLM
mereka yang mengerjakan bisnis ini belum secara penuh, baik waktu maupun
komitmen. Tapi tugas dan strategi Anda adalah membina mereka yang memiliki
komitmen 100%, karena walaupun jumlah mereka sedikit, tapi merekalah yang akan membuat Anda "pensiun kaya". "Saya hanya bekerja dengan 5 top leader setiap bulan hanya mereka yang memberikan komitmen 100% pada bisnis ini," kata Stefanus, penghasil bonus bulanan $400,000+. "Untuk mendapatkan 5 top leader tersebut, biasanya saya harus sponsor lebih dari 50 orang dan sering bahkan saya harus meneliti hingga kedalaman jaringan saya, mereka tidak selalu di level pertama."
Management Trap berikutnya adalah anggapan bahwa kita MEMILIKI downline kita selamanya dan seutuhnya. Seringkali tanpa sepengetahuan kita beberapa anggota downline keanggotannya 'expired' atau kadaluwarsa. Kemudian beberapa saat kemudian distributor tersebut bergabung lagi dengan sponsor yang berbeda, maka 'mantan' upline atau sponsornya menjadi marah. Ingatlah bahwa MLM adalah bisnis 'sukarela' dalam arti kita tidak bisa memaksa seseorang untuk bekerja sesuai dengan kemauan kita. Ibaratnya kita telah cerai dengan pasangan kita, apakah kita akan marah kalau dia kencan dengan orang lain? Seharusnya kita justru harus memberikan semangat agar distributor tersebut lebih sukses dengan jajaran uplinenya yang baru.
Koreksi: Pertama, buatlah suatu sistem dimana Anda bisa terus menerus
mensponsori member baru. Ingat, New members = new blood = new life. Sponsori semuanya langsung oleh Anda hingga Anda menemukan 3-5 individual yang betul-betul komitmen untuk sukses apapun resikonya. Berikan training kepada individual tersebut. Setelah mereka mandiri dalam 2-3 bulan, carilah lagi member baru untuk menggantikan mereka yang telah mandiri. Kemudian pantaulah perkembangan para leaders Anda: diskusi, presentasi dan bila perlu beramh-tamah untuk mempererat hubungan. Ajarkan kepada mereka untuk melakukan hal yang sama terhadap para leaders mereka. Artinya, duplikasikan kepedulian Anda kepada seluruh organisasi Anda.
6.Anda Tidak Mempunyai Komitmen
Kita sering mendengar distributor MLM mengatakan: saya mengerjakan 3 perusahaan MLM dengan produk yang berbeda: food supplement, tas dan oli mobil karena saya punya pangsa pasar yang berbeda. Seharusnya distributor diatas membuka supermarket untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasarnya yang berbeda.
Kenapa distributor dengan lebih dari 1 MLM gagal di bisnis ini? Bisnis MLM
adalah bisnis duplikasi, jadi Anda akan menduplikasikan etika dan cara kerja
Anda kepada organisasi Anda- hal yang baik maupun hal yang buruk. Bayangkan, bila Anda mengerjakan MLM A dan MLM B, maka downline Anda dari MLM A akan mengerjakan MLM A dan MLM C. Kemudian downlinenya lagi akan mengerjakan MLM C dan MLM D. Maka akhirnya Anda tidak memiliki organisasi yang berjalan sesuai dengan sistem.
'Saya akan komit ke satu perusahaan kalau bonusnya sudah besar?." Begitu kira-
kira alasan klasik distributor. Tapi pernahkah kita berpikir:'Bonus teman saya
besar karena selama ini komit hanya ke satu perusahaan?'
Dari 100 penghasil terbesar MLM yang pernah dipublikasikan oleh Upline Magazine, tidak seorangpun dari mereka yang mengerjakan lebih dari 1 perusahaan.
Selain komitmen terhadap satu bisnis MLM, Anda juga perlu komitmen terhadap
target Anda sendiri. Istilahnya: It's now or never!
Target yang jelas (Kesalahan no. 2) dan komitmen sebetulnya merupakan satu
kesatuan yang saling mendukung. Kadang-kadang kita merasa frustrasi dengan
perkembangan bisnis kita, tapi selama kita tetap berkomitmen untuk mencapai
target, kita akan kembali bersemangat.
Koreksi: Jangan memulai bisnis MLM di lebih dari 1 perusahaan karena Anda tidak akan fokus dan bertanyalah pada diri Anda, apa yang Anda bersedia lakukan untuk mencapai semua target Anda? Kemudian jangan menyerah sebelum target tersebut tercapai.
7.Anda Tidak Belajar Untuk Sukses dan Mandiri
Kemampuan apa saja yang Anda perlukan untuk sukses dalam bisnis MLM? Atau lebih tepat, apa saja yang harus Anda lakukan? Cukup sederhana:
a. Konsumsi produk-produk MLM Anda, jadilah "product of the products"
b. Lakukan promosi offline dengan memberikan presentasi yang optimal dan terus menerus untuk mensponsori distributor baru.
d. Lakukan promosi online untuk mensponsori distributor baru dan binalah secara offline.
c. Lakukan training kepada organisasi Anda agar menduplikasikan ke-3 hal
tersebut diatas.
Sederhana, bukan? Tapi berapa banyak distributor yang melakukannya? tanpa
mempercayai dan mengkonsumsi sendiri produk MLM Anda, sangatlah sulit untuk membuat orang lain mengkonsumsinya untuk jangka waktu yang panjang. Ingat, tidak semua distributor akan menghasilkan bonus yang besar di organisasi Anda.
Tapi selama mereka mempercayai dan mengkonsumsi produk, Anda akan terus
mendapatkan bonus. Produk adalah "kunci utama" apakah Anda akhirnya akan bisa pensiun dari bisnis MLM Anda (baru system bonus yang menentukan seberapa besar "uang pensiun" Anda tersebut).
Seringkali distributor MLM tidak mau belajar bagaimana memberikan presentasi,
apalagi training. Padahal presentasi adalah nafas hidup bisnis MLM Anda. Bahkan
pernah sewaktu menghadiri sebuah presentasi MLM, seorang distributor mengeluh bahwa presentasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan tidak pernah berubah, jadi banyak distributor yang sudah bosan. Kami bertanya walaupun sudah sangat menduga bagaimana perkembangan organisasi MLM distributor tersebut. Jawabannya: tidak berkembang sama sekali. Jelas bahwa distributor tersebut salah kaprah dalam menerima suatu presentasi yang ditujukan untuk CALON DISTRIBUTOR, bukan untuk distributor yang sudah aktif. Bagi seorang calon distributor, presentasi seperti apapun adalah BARU.
Harvey Connors, seorang senior bisnis MLM bahkan membuat system dimana
distributornya memberikan presentasi yang sama selama bertahun-tahun. "Anda
bahkan harus ikut tertawa saat mendengarkan lelucon yang sama. Puluhan kali.
Ratusan kali," katanya. Hasilnya, bonus ratusan juta perbulan dan puluhan ribu
organisasi yang berkebang terus.
Koreksi: kembalilah ke ilmu dasar MLM, yaitu, mengkonsumsi produk sendiri,
sponsori member baru(terus-menerus), dan duplikasikan ke-2 hal tersebut kepada seluruh organisasi Anda. Memang tidak mudah untuk sukses di MLM, tapi juga tidak serumit yang masyarakat umum perkirakan. Paling penting, kenalilah manfaat produk secara global dan bagaimana memberikan presentasi yang efektif.
Nah, kini Anda bisa menganalisa apakah Anda melakukan "kesalahan" klasik diatas? Anda sebaiknya menyadari dan mengakui kesalahan mana yang Anda lakukan dan Anda DUPLIKASIKAN. Perbaiki kesalahan tersebut dan mulailah mengerjakan bisnis MLM seperti layaknya mereka yang sukses. Dan yang terpenting, jangan Anda pernah merasa putus harapan dengan bisnis ini karena kesalahan di masa lampau.
Anthony Robbins selalu mengatakan: "Sukses berasal dari tindakan benar, tindakan yang benar berasal dari pengalaman, pengalaman berasal dari suatu kesalahan atau bad judgement." Nah, jadi kesalahan dimasa lampau tidak ada artinya apabila Anda bersedia menyadari dan memperbaikinya.
seorang yang asalnya betul-betul bangkrut kemudian dalam waktu yang sangat
singkat dalam hitungan bulan tiba-tiba menjadi 'super star' dan menghasilkan
sebuah kisah sukses dengan penghasilan hingga puluhan atau bahkan ratusan juta perbulan! Kemudian Anda didepan cermin melihat 'seorang' yang sudah tahunan menggeluti bisnis MLM dan status keuangan 'orang tersebut' tidak lebih baik dari sewaktu pertama memulainya. Ya, orang tersebut adalah Anda sendiri.
Kini Anda bertanya-tanya, apakah Anda bisa mempercayai kisah-kisah sukses yang dulu membuat Anda tertarik dengan bisnis ini.
Kenyataannya adalah sederhana: kisah-kisah sukses tersebut bukan sekedar Legenda atau khayalan. Apabila Anda belum mencapainya hampir dapat dipastikan Anda telah melakukan 1 atau semuanya "7 Kesalahan Terbesar di Awal Karir MLM Anda."
OK, kini saatnya Anda instropeksi dan mengoreksi kesalahan-kesalahan tersebut:
1.Anda Menganggap MLM Sebagai Bisnis yang Tidak Perlu Kerja Keras.
Apakah MLM sebuah bisnis yang konsepnya sangat sederhana? Ya. Apakah cukup bekerja seadanya untuk mencapai sukses di dunia MLM? tidak, tidak dan tidak! Sebagian besar pelaku MLM beranggapan bahwa mereka dapat bergabung dengan bisnis MLM dan beberapa bulan kemudian mereka telah mendapatkan bonus puluhan juta perbulan tanpa bekerja keras. Hal tersebut sama sekali tidak benar. Para distributor sukses MLM yang telah menikmati bonus bulanan hingga ratusan juta akan mengatakan: Anda harus bekerja keras dan cerdas dengan system yang ada dan penghasilan Anda bisa mencapai puluhan bahkan ratusan kali.
Seorang teman yang kini bonusnya sudah mencapai ratusan juta perbulan
mengatakan: "Saya mengerjakan bisnis ini bukan hanya dengan keringat, tapi juga darah dan air-mata?" Katanya menggambarkan penderitaan yang bertubi-tubi diawal karir MLM-nya. "Sukses saya memang adalah suatu berkah, tapi bukan sama sekali bukanlah suatu kebetulan. Saya merencanakannya dari dulu dan mengerjakan apapun untuk mencapainya"
Jadi Anda harus menyadari bahwa bisnis MLM adalah suatu bisnis yang harus Anda kerjakan dengan penuh komitmen. Bedanya dengan pekerjaan konvensional adalah Anda kini yang menentukan sendiri seberapa tinggi Anda ingin sukses dan Anda tidak perlu repot memulainya, sebab perusahaan MLM sudah menyediakan semua system: manajemen, produk, system bonus, dan training.
Kerja keraslah yang menjamin Anda sukses. Saya yakin Tuhan setuju dengan pendapat saya.
2.Anda Tidak Memiliki Target yang Jelas!
Kenapa Anda bergabung dengan perusahaan MLM? Apa yang Anda inginkan? Berapa bonus yang Anda ingin hasilkan?
Jawaban UMUM dari 3 pertanyaan diatas umumnya adalah:
- Ingin dapat uang
- Bonus yang besar
- Sebanyak-banyaknya.
Dengan pengertian dan jawaban seperti itu, berapa kira-kira bonus yang akan Anda hasilkan? Tidak banyak. Ingat, MLM adalah suatu bisnis dan Anda harus mempunyai target yang jelas untuk sukses dalam suatu bisnis. Cukup masuk akal bukan? Anda harus tahu berapa bonus yang ingin Anda dapatkan 6 bulan, 1-2 tahun yang akan datang dst. Apa yang Anda lakukan dengan bonus-bonus tersebut: membeli BMW 325i baru warnah merah? Mengajak keluarga berwisata? Lalu kenapa 95% orang tidak memiliki target yang jelas? Karena umumnya orang takut untuk membuat suatu target. "Bagaimana kalau tidak tercapai?" Begitu umumnya pikiran 95% orang. Itu sebabnya 95% orang tersebut tidak puas dengan hidup mereka 95% orang tidak merasa mereka telah mencapai sesuatu yang dapat mereka banggakan. Sekarang mari kita analisa: seandainya Anda mencanangkan suatu target dan memang tidak tercapai, apakah kesehatan Anda terganggu? Apakah orang-orang yang Anda cintai tiba-tiba meninggalkan Anda?
Herman, seorang distributor MLM yang bekerja sebagai pegawai lapangan disebuah perusahaan mainan mengatakan kepada semua temannya bahwa 3 bulan kemudian dia akan dapat membeli sebuah sedan baru. Bahkan dia memberikan deskripsi yang jelas tentang warna, jenisnya dan harganya. Teman-teman mereka tertawa sewaktu mendengarkan 'komitmen' tersebut. Dan mereka tertawa lebih terbahak-bahak sewaktu akhirnya Sonny barusan mendapatkan 'komitmennya' 3 bulan lewat 10 hari. "Ha..ha..ha..kamu terlambat kan mendapatkan mobil ini?" olok mereka. Dengan tersenyum, Sonny menjawab: "Memang saya terlambat hampir 10 hari dari target saya, tapi paling tidak sekarang saya punya mobil baru. Jauh lebih baik dari 3 bulan yang lalu saya harus naik bis ke tempat kerja. Bagaimana dengan kalian sendiri? Kalian memang tidak terlambat mencapai target apapun karena anda TIDAK memiliki target apapun?. Sampaikan salam saya untuk kondektur bis yang biasa kita jumpai setiap pagi."
Kami yakin Anda pun akan mengatakan dan merasakan suatu kebanggaan apabila Anda adalah Herman.
Kunci dari suatu keberhasilan adalah Anda harus memiliki suatu target yang jelas apa yang Anda inginkan dari bisnis MLM Anda. Brian Tracy seorang konsultan pengembangan SDM terkemuka di dunia dalam bukunya "21 rahasia untuk menjadi Multi Milyader" mengatakan: "Rahasia pertama untuk menjadi multi-milyader adalah BERMIMPI IMPIAN YANG BESAR (dream big dreams)."
Koreksi: Bertanyalah kepada diri Anda: berapa bonus atau apa yang harus Anda
miliki untuk sekarang menjadi 'happy'? Dengan kata lain, begitu Anda memulai
bisnis MLM, Anda harus segera memikirkan apa yang ingin Anda hasilkan dari
bisnis Anda: keliling dunia? Beli mobil dan rumah mewah?
3.Anda Tidak Memiliki Dana Operasional yang Memadai
Meski bisnis Triple-s hanya alih belanja namun sangat disarankan agar Anda punya lebih sedikit uang lagi untuk membeli buku motivasi, formulir, bikin brosur, hadiri pertemuan dll.
Apakah berarti bisnis MLM adalah bisnis yang mahal untuk memulainya? Tentu saja tidak. Coba bandingkan dengan bisnis lainnya. Untuk memulai berjualan bakso saja, misalnya, Anda pasti butuh sekitar Rp. 5.000.000,- untuk membeli gerobak dorong, bahan pokok, dll. Dan berapa lama kira-kira Anda bisa mengembalikan modal tersebut?
Koreksi: Anda sebaiknya memulai bisnis MLM tidak dengan modal kosong. Paling
tidak Anda harus memiliki penghasilan tetap untuk menghidupi kebutuhan minimal Anda sehari-hari entah dengan bekerja atau ambil untung dari berjualan produk Triple-s. Jangan sampai Anda menghabiskan tabungan Anda untuk
mengerjakan bisnis MLM yang mungkin baru membuahkan suatu penghasilan 1 tahun berikutnya.
4.Anda Tidak Mempunyai Mentor yang Patut Ditiru
Walaupun banyak cara untuk mencapai sukses, tapi alangkah bagusnya apabila ada yang mengajarkannya kepada Anda sehingga Anda tidak perlu susah-susah untuk menemukannya sendiri. Seorang pakar pengembangan kepribadian ternama didunia Anthony Robbins mengatakan: "Buat apa susah-susah mencari jalan, karena sudah banyak orang lain yang melakukannya. Anda tinggal melakukan hal yang sama mereka lakukan, maka Anda akan mendapatkan hasil yang sama pula."
Koreksi: Carilah di jajaran upline Anda siapa saja yang telah mencapai tingkat
kesuksesan seperti yang Anda inginkan. Kemudian tanyalah bagaimana 'resep' dan strategi mereka hingga mencapai sukses.
5.Anda Terjebak Dalam "Management Trap"
Sebetulnya ada 2 macam "management trap" yang bisa menjadi penghambat utama bisnis MLM Anda. Untungnya, solusi dari masalah tersebut semuanya tergantung pada Anda sendiri. Pertama, Anda mengalami betapa sulit mensponsori seorang distributor ke Bisnis MLM Anda. Itu sebabnya begitu mendapatkan beberapa distributor, Anda sedemikian kuatir kehilangan mereka. Segala cara apapun Anda lakukan untuk 'memberikan servis' agar mereka tidak kecewa dan berhenti mengerjakan bisnis MLM Anda, mulai dari memberikan biaya operasional, downline, dll. Kita sering terpaku dengan kebiasaan mensponsori distributor baru dan memberikannya kepada
distributor yang 'malas, diorganisasi kita dengan harapan mereka akan
'termotivasi' untuk menjadi aktif. Berapa kali atau berapa persentase
keberhasilannya? Paling banyak 1 atau 2 %.
Motivasi adalah suatu sifat dari dalam diri kita sendiri, bukan dari luar.
Sering seorang Distributor memohon 'beri saya downline dong, biar semangat.'
Seharusnya distributor tersebut memberikan ijazah dulu kepada anaknya biar giat sekolah? Atau, sering kita mendengar distributor merengek 'upline harus bantuin downline dong, biar termotivasi untuk bekerja.' Ingat, tugas upline atau sponsor memang membantu, tapi hanya dalam hal support atau training dan bukan memberi downline, brosur uang pendaftaran, dll.
Seorang distributor sukses mempunyai kepribadian seorang leader dari awal, bukan setelah mendapat kucuran downline dari uplinenya. Bahkan semua distributor sukses dengan bonus ratusan juta per bulan memiliki suatu kesamaan: mereka menghormati jajaran sponsor dan upline mereka, tapi mereka tidak menggantungkan bisnis mereka kepada para sponsor tersebut. "Saya lebih berkonsentrasi membina organisasi saya, sebab dari merekalah saya dapat mencapai impian saya." Ungkap Debra seorang ibu rumah tangga dengan bonus lebih dari Rp. 1 Milyar per bulan.
"Saya jarang ngobrol dengan upline, sebab sibuk dengan downline saya. Namun saya yakin upline saya tidak keberatan." Siapa yang keberatan punya downline dengan bonus bulanan Rp. 1 Milyar????
Seharusnya Anda justru banyak melakukan seleksi untuk memilih dengan siapa Anda sebaiknya melakukan investasi waktu dan pembinaan. Ada pepatah klasik di MLM yang mengatakan: "Jangan mengirim anak ayam ke sekolah rajawali." Artinya semua orang memang mengatakan ingin sukses, kaya, dsb., tapi hanya sebagian kecil yang betul-betul mau bekerja sesuai dengan komitmennya.
Sebagian besar dari organisasi Anda akan terdiri dari konsumen partimer MLM
mereka yang mengerjakan bisnis ini belum secara penuh, baik waktu maupun
komitmen. Tapi tugas dan strategi Anda adalah membina mereka yang memiliki
komitmen 100%, karena walaupun jumlah mereka sedikit, tapi merekalah yang akan membuat Anda "pensiun kaya". "Saya hanya bekerja dengan 5 top leader setiap bulan hanya mereka yang memberikan komitmen 100% pada bisnis ini," kata Stefanus, penghasil bonus bulanan $400,000+. "Untuk mendapatkan 5 top leader tersebut, biasanya saya harus sponsor lebih dari 50 orang dan sering bahkan saya harus meneliti hingga kedalaman jaringan saya, mereka tidak selalu di level pertama."
Management Trap berikutnya adalah anggapan bahwa kita MEMILIKI downline kita selamanya dan seutuhnya. Seringkali tanpa sepengetahuan kita beberapa anggota downline keanggotannya 'expired' atau kadaluwarsa. Kemudian beberapa saat kemudian distributor tersebut bergabung lagi dengan sponsor yang berbeda, maka 'mantan' upline atau sponsornya menjadi marah. Ingatlah bahwa MLM adalah bisnis 'sukarela' dalam arti kita tidak bisa memaksa seseorang untuk bekerja sesuai dengan kemauan kita. Ibaratnya kita telah cerai dengan pasangan kita, apakah kita akan marah kalau dia kencan dengan orang lain? Seharusnya kita justru harus memberikan semangat agar distributor tersebut lebih sukses dengan jajaran uplinenya yang baru.
Koreksi: Pertama, buatlah suatu sistem dimana Anda bisa terus menerus
mensponsori member baru. Ingat, New members = new blood = new life. Sponsori semuanya langsung oleh Anda hingga Anda menemukan 3-5 individual yang betul-betul komitmen untuk sukses apapun resikonya. Berikan training kepada individual tersebut. Setelah mereka mandiri dalam 2-3 bulan, carilah lagi member baru untuk menggantikan mereka yang telah mandiri. Kemudian pantaulah perkembangan para leaders Anda: diskusi, presentasi dan bila perlu beramh-tamah untuk mempererat hubungan. Ajarkan kepada mereka untuk melakukan hal yang sama terhadap para leaders mereka. Artinya, duplikasikan kepedulian Anda kepada seluruh organisasi Anda.
6.Anda Tidak Mempunyai Komitmen
Kita sering mendengar distributor MLM mengatakan: saya mengerjakan 3 perusahaan MLM dengan produk yang berbeda: food supplement, tas dan oli mobil karena saya punya pangsa pasar yang berbeda. Seharusnya distributor diatas membuka supermarket untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasarnya yang berbeda.
Kenapa distributor dengan lebih dari 1 MLM gagal di bisnis ini? Bisnis MLM
adalah bisnis duplikasi, jadi Anda akan menduplikasikan etika dan cara kerja
Anda kepada organisasi Anda- hal yang baik maupun hal yang buruk. Bayangkan, bila Anda mengerjakan MLM A dan MLM B, maka downline Anda dari MLM A akan mengerjakan MLM A dan MLM C. Kemudian downlinenya lagi akan mengerjakan MLM C dan MLM D. Maka akhirnya Anda tidak memiliki organisasi yang berjalan sesuai dengan sistem.
'Saya akan komit ke satu perusahaan kalau bonusnya sudah besar?." Begitu kira-
kira alasan klasik distributor. Tapi pernahkah kita berpikir:'Bonus teman saya
besar karena selama ini komit hanya ke satu perusahaan?'
Dari 100 penghasil terbesar MLM yang pernah dipublikasikan oleh Upline Magazine, tidak seorangpun dari mereka yang mengerjakan lebih dari 1 perusahaan.
Selain komitmen terhadap satu bisnis MLM, Anda juga perlu komitmen terhadap
target Anda sendiri. Istilahnya: It's now or never!
Target yang jelas (Kesalahan no. 2) dan komitmen sebetulnya merupakan satu
kesatuan yang saling mendukung. Kadang-kadang kita merasa frustrasi dengan
perkembangan bisnis kita, tapi selama kita tetap berkomitmen untuk mencapai
target, kita akan kembali bersemangat.
Koreksi: Jangan memulai bisnis MLM di lebih dari 1 perusahaan karena Anda tidak akan fokus dan bertanyalah pada diri Anda, apa yang Anda bersedia lakukan untuk mencapai semua target Anda? Kemudian jangan menyerah sebelum target tersebut tercapai.
7.Anda Tidak Belajar Untuk Sukses dan Mandiri
Kemampuan apa saja yang Anda perlukan untuk sukses dalam bisnis MLM? Atau lebih tepat, apa saja yang harus Anda lakukan? Cukup sederhana:
a. Konsumsi produk-produk MLM Anda, jadilah "product of the products"
b. Lakukan promosi offline dengan memberikan presentasi yang optimal dan terus menerus untuk mensponsori distributor baru.
d. Lakukan promosi online untuk mensponsori distributor baru dan binalah secara offline.
c. Lakukan training kepada organisasi Anda agar menduplikasikan ke-3 hal
tersebut diatas.
Sederhana, bukan? Tapi berapa banyak distributor yang melakukannya? tanpa
mempercayai dan mengkonsumsi sendiri produk MLM Anda, sangatlah sulit untuk membuat orang lain mengkonsumsinya untuk jangka waktu yang panjang. Ingat, tidak semua distributor akan menghasilkan bonus yang besar di organisasi Anda.
Tapi selama mereka mempercayai dan mengkonsumsi produk, Anda akan terus
mendapatkan bonus. Produk adalah "kunci utama" apakah Anda akhirnya akan bisa pensiun dari bisnis MLM Anda (baru system bonus yang menentukan seberapa besar "uang pensiun" Anda tersebut).
Seringkali distributor MLM tidak mau belajar bagaimana memberikan presentasi,
apalagi training. Padahal presentasi adalah nafas hidup bisnis MLM Anda. Bahkan
pernah sewaktu menghadiri sebuah presentasi MLM, seorang distributor mengeluh bahwa presentasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan tidak pernah berubah, jadi banyak distributor yang sudah bosan. Kami bertanya walaupun sudah sangat menduga bagaimana perkembangan organisasi MLM distributor tersebut. Jawabannya: tidak berkembang sama sekali. Jelas bahwa distributor tersebut salah kaprah dalam menerima suatu presentasi yang ditujukan untuk CALON DISTRIBUTOR, bukan untuk distributor yang sudah aktif. Bagi seorang calon distributor, presentasi seperti apapun adalah BARU.
Harvey Connors, seorang senior bisnis MLM bahkan membuat system dimana
distributornya memberikan presentasi yang sama selama bertahun-tahun. "Anda
bahkan harus ikut tertawa saat mendengarkan lelucon yang sama. Puluhan kali.
Ratusan kali," katanya. Hasilnya, bonus ratusan juta perbulan dan puluhan ribu
organisasi yang berkebang terus.
Koreksi: kembalilah ke ilmu dasar MLM, yaitu, mengkonsumsi produk sendiri,
sponsori member baru(terus-menerus), dan duplikasikan ke-2 hal tersebut kepada seluruh organisasi Anda. Memang tidak mudah untuk sukses di MLM, tapi juga tidak serumit yang masyarakat umum perkirakan. Paling penting, kenalilah manfaat produk secara global dan bagaimana memberikan presentasi yang efektif.
Nah, kini Anda bisa menganalisa apakah Anda melakukan "kesalahan" klasik diatas? Anda sebaiknya menyadari dan mengakui kesalahan mana yang Anda lakukan dan Anda DUPLIKASIKAN. Perbaiki kesalahan tersebut dan mulailah mengerjakan bisnis MLM seperti layaknya mereka yang sukses. Dan yang terpenting, jangan Anda pernah merasa putus harapan dengan bisnis ini karena kesalahan di masa lampau.
Anthony Robbins selalu mengatakan: "Sukses berasal dari tindakan benar, tindakan yang benar berasal dari pengalaman, pengalaman berasal dari suatu kesalahan atau bad judgement." Nah, jadi kesalahan dimasa lampau tidak ada artinya apabila Anda bersedia menyadari dan memperbaikinya.
KEKUATAN PROMO OFFLINE
Banyak pebisnis online yang melakukan kesalahan dengan mengabaikan atau melupakan promosi offline. Padahal sangat penting dan akan sangat berguna jika promosi online bisa dikombinasikan dengan promosi offline.
Cara promosi offline bisa dilakukan dengan banyak cara antara lain dengan :
1. Memasang iklan di media cetak. Bisa iklan baris, iklan mini maupun yang lebih besar.
2. Menyebarkan flyer atau brosur ke berbagai tempat seperti warnet atau tempat umum lainnya.
3. Mencantumkan URL atau alamat situs anda di kartu nama Anda.
4. Memberitahukannya secara langsung ke relasi anda dan ke setiap orang yang anda kenal.
5. Bordiran URL anda di Topi, Kaos dll.
6. Lewat Striker yang di tempelkan di mobil atau motor Anda dll.
7. Membagi-bagikan ebook yang berisi tentang produk atau jasa anda lewat disket, flash disk atau CD-Rom.
8. Memasang Iklan di Media massa elektronik seperti di Radio atau TV.
9. Melakukan home meeting
10. Memanfaatkan arisan keluarga, arisan komplek
11. Pada saat ngobrol / kenalan di terminal, bandara, angkot, mall dll
12. Memanfaatkan produk sebagai parcel, hadiah ulang tahun
Selain cara-cara di atas masih banyak cara lainnya yang bisa Anda lakukan tergantung kreatifitas anda dalam berpromosi, Saat ini banyak sekali pemain MLM yang murni offline tetapi daya juang mereka sangat kuat, relasi mereka sangat banyak, dan biasanya pemain seperti ini sangat loyal terhadap bisnis yang kita jalani, sangat loyal terhadap konsumsi produk kita sendiri dan jika kita bisa mengajak beberapa leader saja tentu perkembangan bisnis kita akan significant. Biasanya pemain offline perlu support lebih di pertemuan, prospek secara langsung, datang kerumah, undang kita datang kerumah prospek yang tentu lebih menguras tenaga dibandingkan cara online, tetapi inilah langkah kongrit yang mesti kita tempuh agar memacu percepatan jaringan kita.
Cara promosi offline bisa dilakukan dengan banyak cara antara lain dengan :
1. Memasang iklan di media cetak. Bisa iklan baris, iklan mini maupun yang lebih besar.
2. Menyebarkan flyer atau brosur ke berbagai tempat seperti warnet atau tempat umum lainnya.
3. Mencantumkan URL atau alamat situs anda di kartu nama Anda.
4. Memberitahukannya secara langsung ke relasi anda dan ke setiap orang yang anda kenal.
5. Bordiran URL anda di Topi, Kaos dll.
6. Lewat Striker yang di tempelkan di mobil atau motor Anda dll.
7. Membagi-bagikan ebook yang berisi tentang produk atau jasa anda lewat disket, flash disk atau CD-Rom.
8. Memasang Iklan di Media massa elektronik seperti di Radio atau TV.
9. Melakukan home meeting
10. Memanfaatkan arisan keluarga, arisan komplek
11. Pada saat ngobrol / kenalan di terminal, bandara, angkot, mall dll
12. Memanfaatkan produk sebagai parcel, hadiah ulang tahun
Selain cara-cara di atas masih banyak cara lainnya yang bisa Anda lakukan tergantung kreatifitas anda dalam berpromosi, Saat ini banyak sekali pemain MLM yang murni offline tetapi daya juang mereka sangat kuat, relasi mereka sangat banyak, dan biasanya pemain seperti ini sangat loyal terhadap bisnis yang kita jalani, sangat loyal terhadap konsumsi produk kita sendiri dan jika kita bisa mengajak beberapa leader saja tentu perkembangan bisnis kita akan significant. Biasanya pemain offline perlu support lebih di pertemuan, prospek secara langsung, datang kerumah, undang kita datang kerumah prospek yang tentu lebih menguras tenaga dibandingkan cara online, tetapi inilah langkah kongrit yang mesti kita tempuh agar memacu percepatan jaringan kita.
KEKUATAN HOME MEETING
(dikutip dari How To Build Yor MLM Money Machine karangan Randy Gadge)
MLM adalah merupakan singkatan Meet Learn and Multiply, jadi sampai hari ini belum ditemukan cara yang paling efektif untuk menghasilkan omset besar selain dengan pertemuan MLM hanya bermain angka, banyak leader dari perusahaan-perusahaan terkenal menyatakan tentang kebenaran ini. Mari kita lihat apa keuntungan dari sebuah pertemuan:
Pertemuan membuat orang semangat
Membantu member yang belum bisa presentasi untuk lebih mudah mensponsori orang
Membantu para upline untuk langsung berinteraksi dengan prospek
Membuat informasi-informasi penting sampai dengan efektif dan efisien
Membuat prospek lebih yakin
Membantu member untuk mendapatkan konsultasi dengan para uplinenya
dan masih banyak lagi keuntungan di sebuah pertemuan MLM.
Jenis pertemuan juga bermacam-macam tergantung dari fungsi dan jumlah audiens yang dikumpulkan.
Pertemuan Rumah (home meeting)
Acara ini merupakan presentasi awal, biasanya upline datang ke rumah downline atau calon downline yang tertarik tapi belum yakin.
Home meeting diadakan antara 4-10 orang tamu undangan yang hadir. Home meeting yang baik adalah yang mudah diduplikasi, misalnya... tidak menyediakan makan-makan.
Beberapa orang kurang terbiasa dengan konsep "tidak makan di pertemuan" tapi percayalah kalau duplikasi ini dilakukan dari awal, maka jaringan anda akan terbiasa dengan kebiasaan yang efisien dan efektif.
Bayangkan kalau seseorang harus mengadakan Home Meeting 1 x seminggu dengan jumlah audiens 10 orang dan masing-masing makan besar dengan biaya 7.500 per orang. Berarti secara rutin member tersebut harus mengeluarkan 7.500 x 4 x 10 = Rp.300.000,-. Tanpa tahu apa hasilnya. Biaya tersebut bisa saja membuat calon downline berfikir... berarti bisnis ini mahal biayanya.
Resikonya kemudian pertemuan tersebut tidak bisa dibangun dengan rutin... padahal rumus (perkembangan jaringan) = (jumlah presentasi) x (orang yang dipresentasi) x (rasio join / kualitas presentasi).
Misalnya Pak budi (presenter dengan rasio join 10% - artinya dari 10 orang yang mendengar presentasi pak Budi pasti ada 1 yang bergabung) mengadakan presentasi rutin di rumah downlinnya yang dihadiri rutin 10 orang. Presentasi tersebut dilakukan 10 x dalam sebulan berarti pertumbuhan jaringan pak Budi adalah :
(10 orang ) x ( 10 presentasi ) x (10%) = 10 orang bergabung.
Prioritas tujuan yang benar juga membuat Home Meeting anda berjalan dengan rutin dan baik. Kalau orang baru biasanya berfikir bahwa Home Meeting adalah sarana untuk membuat orang bergabung atau membeli produk... benar tapi tidak demikian...maksud saya, home meeting dilakukan dengan tujuan yang sebenarnya jauh lebih penting dari itu, bergabung atau tidak itu hanya efeknya.
Prioritas tujuan
1. Prospek yang hadir tertarik untuk mengadakan Home Meeting serupa dirumahnya.
Kalau prospek sudah tertarik untuk mengadakan Home Meeting dirumahnya berarti 80% dia sudah bergabung, tinggal tunggu tanggal mainnya, dan yang terpenting bisnis anda akan bertumbuh lebih besar lagi. lebih baik prospek tidak bergabung tapi mau Home Meeting dari pada bergabung tapi tidak mau membuat pertemuan.
2. Prospek yang hadir tertarik untuk hadir di pertemuan yang lebih besar
Kalau prospek anda tertarik untuk hadir di pertemuan Hotel, berarti bisnis anda akan berkembang lebih besar karena orang seperti ini adalah orang yang tepat, percayalah pada saat dia memutuskan untuk bergabung dia sudah tahu apa yang harus dilakukannya. Hal ini bisa menghemat pekerjaan anda sebagai Upline.
3. Prospek bergabung dengan anda
Ini adalah prioritas terakhir dari sebuah Home Meeting, jadi jangan di tekankan di awal, jujur dari pengalaman saya dan banyak para leader MLM, seorang prospek lebih mudah diajak untuk menghadiri pertemuan daripada disuruh membayar dan membeli produk. Jadi bergabung atau tidak, yang penting pertemuan anda bisa berlanjut.
MLM adalah merupakan singkatan Meet Learn and Multiply, jadi sampai hari ini belum ditemukan cara yang paling efektif untuk menghasilkan omset besar selain dengan pertemuan MLM hanya bermain angka, banyak leader dari perusahaan-perusahaan terkenal menyatakan tentang kebenaran ini. Mari kita lihat apa keuntungan dari sebuah pertemuan:
Pertemuan membuat orang semangat
Membantu member yang belum bisa presentasi untuk lebih mudah mensponsori orang
Membantu para upline untuk langsung berinteraksi dengan prospek
Membuat informasi-informasi penting sampai dengan efektif dan efisien
Membuat prospek lebih yakin
Membantu member untuk mendapatkan konsultasi dengan para uplinenya
dan masih banyak lagi keuntungan di sebuah pertemuan MLM.
Jenis pertemuan juga bermacam-macam tergantung dari fungsi dan jumlah audiens yang dikumpulkan.
Pertemuan Rumah (home meeting)
Acara ini merupakan presentasi awal, biasanya upline datang ke rumah downline atau calon downline yang tertarik tapi belum yakin.
Home meeting diadakan antara 4-10 orang tamu undangan yang hadir. Home meeting yang baik adalah yang mudah diduplikasi, misalnya... tidak menyediakan makan-makan.
Beberapa orang kurang terbiasa dengan konsep "tidak makan di pertemuan" tapi percayalah kalau duplikasi ini dilakukan dari awal, maka jaringan anda akan terbiasa dengan kebiasaan yang efisien dan efektif.
Bayangkan kalau seseorang harus mengadakan Home Meeting 1 x seminggu dengan jumlah audiens 10 orang dan masing-masing makan besar dengan biaya 7.500 per orang. Berarti secara rutin member tersebut harus mengeluarkan 7.500 x 4 x 10 = Rp.300.000,-. Tanpa tahu apa hasilnya. Biaya tersebut bisa saja membuat calon downline berfikir... berarti bisnis ini mahal biayanya.
Resikonya kemudian pertemuan tersebut tidak bisa dibangun dengan rutin... padahal rumus (perkembangan jaringan) = (jumlah presentasi) x (orang yang dipresentasi) x (rasio join / kualitas presentasi).
Misalnya Pak budi (presenter dengan rasio join 10% - artinya dari 10 orang yang mendengar presentasi pak Budi pasti ada 1 yang bergabung) mengadakan presentasi rutin di rumah downlinnya yang dihadiri rutin 10 orang. Presentasi tersebut dilakukan 10 x dalam sebulan berarti pertumbuhan jaringan pak Budi adalah :
(10 orang ) x ( 10 presentasi ) x (10%) = 10 orang bergabung.
Prioritas tujuan yang benar juga membuat Home Meeting anda berjalan dengan rutin dan baik. Kalau orang baru biasanya berfikir bahwa Home Meeting adalah sarana untuk membuat orang bergabung atau membeli produk... benar tapi tidak demikian...maksud saya, home meeting dilakukan dengan tujuan yang sebenarnya jauh lebih penting dari itu, bergabung atau tidak itu hanya efeknya.
Prioritas tujuan
1. Prospek yang hadir tertarik untuk mengadakan Home Meeting serupa dirumahnya.
Kalau prospek sudah tertarik untuk mengadakan Home Meeting dirumahnya berarti 80% dia sudah bergabung, tinggal tunggu tanggal mainnya, dan yang terpenting bisnis anda akan bertumbuh lebih besar lagi. lebih baik prospek tidak bergabung tapi mau Home Meeting dari pada bergabung tapi tidak mau membuat pertemuan.
2. Prospek yang hadir tertarik untuk hadir di pertemuan yang lebih besar
Kalau prospek anda tertarik untuk hadir di pertemuan Hotel, berarti bisnis anda akan berkembang lebih besar karena orang seperti ini adalah orang yang tepat, percayalah pada saat dia memutuskan untuk bergabung dia sudah tahu apa yang harus dilakukannya. Hal ini bisa menghemat pekerjaan anda sebagai Upline.
3. Prospek bergabung dengan anda
Ini adalah prioritas terakhir dari sebuah Home Meeting, jadi jangan di tekankan di awal, jujur dari pengalaman saya dan banyak para leader MLM, seorang prospek lebih mudah diajak untuk menghadiri pertemuan daripada disuruh membayar dan membeli produk. Jadi bergabung atau tidak, yang penting pertemuan anda bisa berlanjut.
JANGAN TAKUT “TUPO”
Istilah TUPO / Tutup Point sangat populer di bisnis Network Marketing, ada yang suka dan tidak suka dengan sistem TUPO, bahkan sangat sering jadi header iklan-iklan di web iklan baris "tanpa TUPO" menjadi penarik peminat tertentu. Tetapi apakah demikian TUPO begitu menakutkan? he he .... nah mari sekarang kita bahas sedikit tentang TUPO, jika kita bicara realistis bisnis yang bisa hidup / survive dalam waktu yang lama / long term tentu sistem ini menjadi prasarat utama yang harus di jalankan. karena dengan TUPO maka produk akan laku, omzet naik, Pendapatan company naik, dan tentu bayar bonus ke member lebih lancar
Akan sangat percuma jika bisnis bagus dalam waktu yang relatif singkat, booming dan mati, karena tidak ada dana untuk bayar member. Jadi perlu diwaspadai jika ada bisnis yang mempropagandakan "tanpa TUPO" karena dimungkinkan ada praktek "Money Game" atau memutar uang pendaftar untuk gali lubang dan tutup lubang, ini pendapat pribadi saya lho ....
Lalu bagaimana menyiasati "TUPO" agar tidak menjadi beban, tidak menjadi stock yang menumpuk dirumah, dan akhirnya expire dan terbuang begitu saja, berikut beberapa tips sederhana menyiasati sebuah TUPO agar menjadi proses yang sangat menyenangkan, bukan beban seperti kebanyakan yang terjadi saat ini :
1. Cari produk yang bisa menjadi trend setter dalam masa yang relatif lama
2. Cari produk yang bisa di konsumsi harian
3. Cari produk yang pangsa pasarnya tanpa batasan usia
4. Cari produk yang anda sendiri dan keluarga menyukainya untuk di konsumsi
5. Cari produk yang kira-kira anda bisa menjualnya walau sangat sedikit
6. Cari produk yang harganya terjangkau dan mempunyai kualitas bagus
7. Cari produk yang mempunyai testimoni keberhasilan cukup banyak
Setelah anda menemukan 5 kriteria saja diatas, maka anda bisa dengan sangat menyenangkan menjalankan bisnis tersebut, tanpa adanya beban dan ketakutan untuk melakukan TUPO bulanan bahkan jika anda serius dalam waktu relatif singkat bisa "TUPO GRATIS"
Akan sangat percuma jika bisnis bagus dalam waktu yang relatif singkat, booming dan mati, karena tidak ada dana untuk bayar member. Jadi perlu diwaspadai jika ada bisnis yang mempropagandakan "tanpa TUPO" karena dimungkinkan ada praktek "Money Game" atau memutar uang pendaftar untuk gali lubang dan tutup lubang, ini pendapat pribadi saya lho ....
Lalu bagaimana menyiasati "TUPO" agar tidak menjadi beban, tidak menjadi stock yang menumpuk dirumah, dan akhirnya expire dan terbuang begitu saja, berikut beberapa tips sederhana menyiasati sebuah TUPO agar menjadi proses yang sangat menyenangkan, bukan beban seperti kebanyakan yang terjadi saat ini :
1. Cari produk yang bisa menjadi trend setter dalam masa yang relatif lama
2. Cari produk yang bisa di konsumsi harian
3. Cari produk yang pangsa pasarnya tanpa batasan usia
4. Cari produk yang anda sendiri dan keluarga menyukainya untuk di konsumsi
5. Cari produk yang kira-kira anda bisa menjualnya walau sangat sedikit
6. Cari produk yang harganya terjangkau dan mempunyai kualitas bagus
7. Cari produk yang mempunyai testimoni keberhasilan cukup banyak
Setelah anda menemukan 5 kriteria saja diatas, maka anda bisa dengan sangat menyenangkan menjalankan bisnis tersebut, tanpa adanya beban dan ketakutan untuk melakukan TUPO bulanan bahkan jika anda serius dalam waktu relatif singkat bisa "TUPO GRATIS"
BISAKAH KITA MENJADI MILYUNER MLM?
Masalah yang selalu bermain dalam benak usahawan yang baru bergabung dalam
MLM adalah: Bisakah menjadi jutawan melalui MLM? Untuk menjawab persoalan
ini, saya katakan BISA! Saya akan berikan tujuh alasan mengapa Anda bisa
menjadi kaya melalui MLM.
MLM Adalah Bisnis yang Tidak Melibatkan Perantara
Biasanya, perantara inilah yang banyak memperoleh keuntungan dan kekayaan.
Contohnya suatu barang dari pabrik bernilai Rp.5.000,00. Barang tersebut
harus melalui beberapa proses sebelum sampai ke tangan pembeli atau konsumen. Barang itu akan dibeli oleh distributor tunggal seharga Rp.6.250,00 dan distributor itu menjualnya kembali kepada pemborong dengan harga Rp.7.500,00. Seterusnya, dari pemborong sampai ke pengecer dengan harga Rp.8.750,00 dan ke tangan konsumen dengan harga Rp.10.000,00.
Dengan kata lain, konsumen menanggung segala biaya barang yang melalui
proses perantara yang terdiri dari distributor tunggal, pemborong, dan
pengecer.
Adakah konsumen yang menjadi kaya dari proses jual beli tersebut ? TIDAK.
Distributor tunggal, pemborong, dan pengecerlah yang menjadi kaya. Setiap
tahun mereka bisa membeli mobil baru. Setiap tahun mereka bisa bertamasya ke
dalam dan luar negeri.
Melalui bisnis MLM, barang dari perusahaan bisa langsung diperoleh konsumen
dengan harga sama, contohnya Rp.10.000,00. Walau begitu, barang tersebut
beredar dari satu konsumen ke konsumen lainnya melalui proses rekrutmen.
Pendapatan yang seharusnya dinikmati oleh distributor tunggal, pemborong, dan
pengecer, kini dinikmati oleh sesama konsumen melalui bonus.
Modal Kecil untuk Memulai Bisnis MLM
Jika dilihat lebih jauh, ada empat jenis usaha. Ada usaha dengan modal kecil
dan keuntungan kecil, itulah usaha konvensional. Contohnya pengusaha
kecil-kecilan, seperti pengusaha pasar malam, penjual burger, dan lain-lain.
Ada pula usaha dengan modal besar dengan keuntungan besar pula. Usaha
tersebut adalah usaha impor dan ekspor. Modal yang diperlukan tentu saja
melebihi miliaran rupiah. Ada juga usaha dengan modal besar, tetapi
keuntungannya kecil. Contohnya, membuka kios penjualan bahan bakar. Modalnya
mungkin lebih kurang Rp.250 juta dan keuntungannya tidak sampai Rp.250 juta.
Jangan lupa pula, ada usaha dengan modal kecil, tetapi keuntungannya
berlipat ganda. Itulah MLM (REVELL). Hanya dengan bermodalkan alih belanja
sekitar 130 ribu s/d 520 ribuan, keuntungan yang bisa didapat melebihi
puluhan juta rupiah. Malah ada yang berhasil mendapatkan pendapatan melebihi
ratusan juta rupiah sebulan. Itulah hebatnya bisnis MLM.
Bisnis MLM Dapat Dilakukan dengan Santai dan Menghemat Waktu
Kita semua dianugerahi Tuhan 24 jam setiap hari. Waktu yang digunakan untuk
bekerja adalah 8 jam, waktu yang digunakan untuk bersantai adalah 8 jam dan
waktu untuk tidur adalah 8 jam. Waktu untuk bekerja delapan jam, gunakan
waktu tersebut untuk melakukan hal-hal produktif di bidang apa saja untuk
pekerjaan Anda. Bekerjalah dengan penuh dedikasi dan disiplin. Waktu untuk
tidur juga delapan jam, gunakan waktu tersebut senyaman mungkin. Anda hanya
perlu mengorbankan waktu istirahat Anda yang berjumlah delapan jam.
Gunakan waktu tiga jam saja bagi Anda untuk melakukan bisnis MLM. Waktu yang digunakan itu akan memberikan manfaat besar dalam kehidupan Anda dan akan mengubah gaya kehidupan Anda sepenuhnya. Karena itu, Anda bisa menjadi kaya melalui MLM walau waktu Anda terbatas.
MLM Dilakukan Melalui Proses Penggandaan
Anda tidak bekerja sendirian. Anda menjalankan bisnis ini secara
berkelompok. Anda bisa menggandakan pendapatan bonus melalui perekrutan.
Contohnya, Anda bisa memperoleh pendapatan melebihi puluhan Juta dengan cara merekrut sampai ribuan anggota.
Perekrutan ribuan anggota bukan dilakukan oleh Anda sendiri. Anda hanya
perlu merekrut sekurang-kurangnya lima atau enam orang. Dari enam orang ini,
akan menjadi 36, 36 menjadi 216 orang, dan 216 berganda kembali menjadi 1.296 orang.
Proses penggandaan anggota tidak dilakukan oleh Anda sendiri. Penggandaan
ini dilakukan oleh downline Anda melalui proses duplikasi atau meniru upline.
Anda hanya merekrut enam orang dan akan terus berkembang dengan sendirinya
melalui proses duplikasi sampai akhirnya menjadi 1.296 orang. Karena itu,
tidak mengherankan Anda bisa menjadi kaya melalui MLM.
Anda Akan Mendapat Bimbingan dari Upline Anda
Jika upline tidak bertanggung jawab dan membimbing Anda, akan sulit bagi
mereka untuk sukses dalam bisnis MLM. MLM hanya bisa berhasil jika upline
membimbing downline untuk melakukan apa yang upline lakukan. Setiap
pengetahuan dan rahasia diberi tahu tanpa ada yang disembunyikan. Kesuksesan
downline adalah kesuksesan upline. Bahkan, jika downline berusaha lebih giat,
dia bisa memperoleh pendapatan melebihi upline. Malah ada usahawan MLM sukses menandingi uplinenya melalui pendapatan bonus setiap bulan.
Bisnis MLM Merupakan Seni Berhubungan Antara Sesama Manusia
Jangan bimbang jika Anda tidak berpengalaman dan kurang bisa berkomunikasi
dengan orang lain. Karena, upline akan memberikan pengetahuannya dan
memberikan dorongan untuk kesuksesan Anda. Anda tidak perlu bimbang jika
kurang memiliki ilmu pengetahuan karena Anda bisa belajar dari upline Anda
atau usahawan lain yang telah berhasil. Seni berhubungan inilah yang
memperlebar rangkaian bisnis MLM. Kesempatan Anda untuk menjadi jutawan
terbuka luas sama seperti orang lain.
Risiko MLM Lebih Sedikit Dibandingkan Bisnis Lain
Anda tidak rugi karena modalnya tidak besar. Bahkan, jika sukses, Anda bisa
memperoleh pendapatan lebih besar daripada pendapatan pokok Anda. Modal awal Anda pun tidak memerlukan biaya tinggi. Bahkan, Anda bisa melakukannya secara part-time. Dengan kata lain, Anda bebas bekerja sesuai dengan waktu yang Anda miliki, Anda adalah PEMIMPIN diri Anda sendiri.
Selain itu, Anda juga bisa menyalurkan produk tanpa perlu menjual dalam
jumlah banyak. Karena, barang bisa dipasarkan melalui downline Anda. Bisnis
MLM adalah bisnis promosi dan periklanan secara terus-menerus dari mulut ke
mulut. Inilah gaya periklanan yang terbaik. Semakin banyak downline yang
aktif, semakin bertambah keuntungan Anda. Risiko bisnis ini sangat rendah.
Jadi, Anda PASTI bisa menjadi jutawan MLM karena:
1. MLM tidak menggunakan perantara
2. Modal untuk memulai MLM kecil
3. Dapat dilakukan dengan santai dan menghemat waktu
4. Mendapat bonus berganda
5. Mendapat bimbingan upline
6. Memperluas hubungan sesama manusia
7. Risiko kecil
MLM adalah: Bisakah menjadi jutawan melalui MLM? Untuk menjawab persoalan
ini, saya katakan BISA! Saya akan berikan tujuh alasan mengapa Anda bisa
menjadi kaya melalui MLM.
MLM Adalah Bisnis yang Tidak Melibatkan Perantara
Biasanya, perantara inilah yang banyak memperoleh keuntungan dan kekayaan.
Contohnya suatu barang dari pabrik bernilai Rp.5.000,00. Barang tersebut
harus melalui beberapa proses sebelum sampai ke tangan pembeli atau konsumen. Barang itu akan dibeli oleh distributor tunggal seharga Rp.6.250,00 dan distributor itu menjualnya kembali kepada pemborong dengan harga Rp.7.500,00. Seterusnya, dari pemborong sampai ke pengecer dengan harga Rp.8.750,00 dan ke tangan konsumen dengan harga Rp.10.000,00.
Dengan kata lain, konsumen menanggung segala biaya barang yang melalui
proses perantara yang terdiri dari distributor tunggal, pemborong, dan
pengecer.
Adakah konsumen yang menjadi kaya dari proses jual beli tersebut ? TIDAK.
Distributor tunggal, pemborong, dan pengecerlah yang menjadi kaya. Setiap
tahun mereka bisa membeli mobil baru. Setiap tahun mereka bisa bertamasya ke
dalam dan luar negeri.
Melalui bisnis MLM, barang dari perusahaan bisa langsung diperoleh konsumen
dengan harga sama, contohnya Rp.10.000,00. Walau begitu, barang tersebut
beredar dari satu konsumen ke konsumen lainnya melalui proses rekrutmen.
Pendapatan yang seharusnya dinikmati oleh distributor tunggal, pemborong, dan
pengecer, kini dinikmati oleh sesama konsumen melalui bonus.
Modal Kecil untuk Memulai Bisnis MLM
Jika dilihat lebih jauh, ada empat jenis usaha. Ada usaha dengan modal kecil
dan keuntungan kecil, itulah usaha konvensional. Contohnya pengusaha
kecil-kecilan, seperti pengusaha pasar malam, penjual burger, dan lain-lain.
Ada pula usaha dengan modal besar dengan keuntungan besar pula. Usaha
tersebut adalah usaha impor dan ekspor. Modal yang diperlukan tentu saja
melebihi miliaran rupiah. Ada juga usaha dengan modal besar, tetapi
keuntungannya kecil. Contohnya, membuka kios penjualan bahan bakar. Modalnya
mungkin lebih kurang Rp.250 juta dan keuntungannya tidak sampai Rp.250 juta.
Jangan lupa pula, ada usaha dengan modal kecil, tetapi keuntungannya
berlipat ganda. Itulah MLM (REVELL). Hanya dengan bermodalkan alih belanja
sekitar 130 ribu s/d 520 ribuan, keuntungan yang bisa didapat melebihi
puluhan juta rupiah. Malah ada yang berhasil mendapatkan pendapatan melebihi
ratusan juta rupiah sebulan. Itulah hebatnya bisnis MLM.
Bisnis MLM Dapat Dilakukan dengan Santai dan Menghemat Waktu
Kita semua dianugerahi Tuhan 24 jam setiap hari. Waktu yang digunakan untuk
bekerja adalah 8 jam, waktu yang digunakan untuk bersantai adalah 8 jam dan
waktu untuk tidur adalah 8 jam. Waktu untuk bekerja delapan jam, gunakan
waktu tersebut untuk melakukan hal-hal produktif di bidang apa saja untuk
pekerjaan Anda. Bekerjalah dengan penuh dedikasi dan disiplin. Waktu untuk
tidur juga delapan jam, gunakan waktu tersebut senyaman mungkin. Anda hanya
perlu mengorbankan waktu istirahat Anda yang berjumlah delapan jam.
Gunakan waktu tiga jam saja bagi Anda untuk melakukan bisnis MLM. Waktu yang digunakan itu akan memberikan manfaat besar dalam kehidupan Anda dan akan mengubah gaya kehidupan Anda sepenuhnya. Karena itu, Anda bisa menjadi kaya melalui MLM walau waktu Anda terbatas.
MLM Dilakukan Melalui Proses Penggandaan
Anda tidak bekerja sendirian. Anda menjalankan bisnis ini secara
berkelompok. Anda bisa menggandakan pendapatan bonus melalui perekrutan.
Contohnya, Anda bisa memperoleh pendapatan melebihi puluhan Juta dengan cara merekrut sampai ribuan anggota.
Perekrutan ribuan anggota bukan dilakukan oleh Anda sendiri. Anda hanya
perlu merekrut sekurang-kurangnya lima atau enam orang. Dari enam orang ini,
akan menjadi 36, 36 menjadi 216 orang, dan 216 berganda kembali menjadi 1.296 orang.
Proses penggandaan anggota tidak dilakukan oleh Anda sendiri. Penggandaan
ini dilakukan oleh downline Anda melalui proses duplikasi atau meniru upline.
Anda hanya merekrut enam orang dan akan terus berkembang dengan sendirinya
melalui proses duplikasi sampai akhirnya menjadi 1.296 orang. Karena itu,
tidak mengherankan Anda bisa menjadi kaya melalui MLM.
Anda Akan Mendapat Bimbingan dari Upline Anda
Jika upline tidak bertanggung jawab dan membimbing Anda, akan sulit bagi
mereka untuk sukses dalam bisnis MLM. MLM hanya bisa berhasil jika upline
membimbing downline untuk melakukan apa yang upline lakukan. Setiap
pengetahuan dan rahasia diberi tahu tanpa ada yang disembunyikan. Kesuksesan
downline adalah kesuksesan upline. Bahkan, jika downline berusaha lebih giat,
dia bisa memperoleh pendapatan melebihi upline. Malah ada usahawan MLM sukses menandingi uplinenya melalui pendapatan bonus setiap bulan.
Bisnis MLM Merupakan Seni Berhubungan Antara Sesama Manusia
Jangan bimbang jika Anda tidak berpengalaman dan kurang bisa berkomunikasi
dengan orang lain. Karena, upline akan memberikan pengetahuannya dan
memberikan dorongan untuk kesuksesan Anda. Anda tidak perlu bimbang jika
kurang memiliki ilmu pengetahuan karena Anda bisa belajar dari upline Anda
atau usahawan lain yang telah berhasil. Seni berhubungan inilah yang
memperlebar rangkaian bisnis MLM. Kesempatan Anda untuk menjadi jutawan
terbuka luas sama seperti orang lain.
Risiko MLM Lebih Sedikit Dibandingkan Bisnis Lain
Anda tidak rugi karena modalnya tidak besar. Bahkan, jika sukses, Anda bisa
memperoleh pendapatan lebih besar daripada pendapatan pokok Anda. Modal awal Anda pun tidak memerlukan biaya tinggi. Bahkan, Anda bisa melakukannya secara part-time. Dengan kata lain, Anda bebas bekerja sesuai dengan waktu yang Anda miliki, Anda adalah PEMIMPIN diri Anda sendiri.
Selain itu, Anda juga bisa menyalurkan produk tanpa perlu menjual dalam
jumlah banyak. Karena, barang bisa dipasarkan melalui downline Anda. Bisnis
MLM adalah bisnis promosi dan periklanan secara terus-menerus dari mulut ke
mulut. Inilah gaya periklanan yang terbaik. Semakin banyak downline yang
aktif, semakin bertambah keuntungan Anda. Risiko bisnis ini sangat rendah.
Jadi, Anda PASTI bisa menjadi jutawan MLM karena:
1. MLM tidak menggunakan perantara
2. Modal untuk memulai MLM kecil
3. Dapat dilakukan dengan santai dan menghemat waktu
4. Mendapat bonus berganda
5. Mendapat bimbingan upline
6. Memperluas hubungan sesama manusia
7. Risiko kecil
Langganan:
Postingan (Atom)



